Bone adalah kabupaten dengan populasi ternak terbesar keempat skala nasional

Bone, Sulawesi Selatan, Salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yang sangat besar potensinya untuk meningkatkan populasi ternak di luar pulau Jawa adalah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Sugiono mewakili Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan pada acara Seminar Nasional dalam rangka hari jadi Bone yang ke-689 tahun dengan mengangkat tema “Membangun Kemandirian Sub Sektor Peternakan”

Dihadiri Wakil Bupati Bone, Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan, PDHI, ISPI Cabang Sulawesi Selatan, penyuluh pertanian dan peternakan, dan mahasiswa. Bone, (26/3/2019).

“Perkembangan peternakan di Bone ini sangat baik, populasinya banyak, dan ternaknya besar-besar, Saya tidak menyangka perkembangan peternakan di Bone seperti ini, luar biasa!” ungkap Sugiono.

“Menteri Pertanian selalu bilang bertani dan beternaklah secara cerdas, hari ini saya bisa melihat bahwa Juku eja ini memang luar biasa,” katanya pada saat membahas perkembangan pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) di Bone yang menunjukan hasil yang luar biasa.

“Kami sudah beri sapi jenis Belgian Blue yang diharapkan dapat berkembang di Sulawesi Selatan” tambahnya.

Lebih lanjut disampaikan Sugiono bahwa Kebijakan Kementan untuk mewujudkan Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia pada tahun 2045 sekaligus swasembada protein hewani harus menjadi konsesus untuk pencapaiannya.

Untuk itu dalam 2 tahun terakhir pemerintah telah melaksanakan program-program prioritas, diantaranya UPSUS SIWAB, Program Bekerja dan Penambahan indukan impor.

Melalui program ini tentunya disinergikan dengan pengembangan komoditas ternak lainnya, sehingga diharapkan mampu mengakselerasi peningkatan populasi, produksi dan penyediaan protein hewani secara bertahap dan dapat meningkat setiap tahunnya.

“Keberhasilan program prioritas dalam yang patut dibanggakan adalah Program UPSUS SIWAB, karena hingga saat ini per 31 Desember 2018 sudah lahir 2.743.902 ekor dari indukan sapi milik peternak,” ungkapnya.

“Ini adalah sebuah catatan kinerja yang fantastis dan patut kita banggakan,” tambahnya.

Berdasarkan perhitungan analisa ekonomi, jika harga anak sapi lepas sapih rata-rata sebesar 8 juta rupiah, maka akan diperoleh nilai ekonomis sebesar Rp. 21,9 Triliun.

Nilai yang fantastis mengingat investasi program Upsus Siwab 2017-2018 hanya sebesar Rp. 1,41 T, sehingga ada kenaikan nilai tambah di peternak sebesar 20,49 Triliun rupiah.

Melanjutkan program prioritas tahun sebelumnya, masih dalam kerangka mewujudkan lumbung pangan dunia dan swasenbada protein hewani, pada 2019 akan dilanjutkan program UPSUS SIWAB dengan target 3.000.000 akseptor; Program Bekerja sebanyak 20.000.000 ekor ayam, penambahan indukan impor dan pemberdayaan peternak di daerah sentra sebagai upaya peningkatan skala usaha.

Disampaikan bahwa Fasilitasi program tahun 2019 ini, merupakan babak akhir RPJMN tahun 2015-2019, untuk itu Sugiono mengajak Pemda Kabupaten Bone dan Provinsi Sumsel untuk membantu mendampingi dan memonitor untuk menyukseskan implementasi program-program tersebut, dan menjadikan catatan-catatan atas pelaksanaan program/kegiatan dari berbagai pihak yang terlibat menjadi salah satu pertimbangan dalam merumuskan kebijakan dan program pada tahun 2020-2024.

“Mari kita beternak! Saya bangga menjadi orang peternakan! Semoga semakin maju!” Ungkap Sugiono mengakhiri penyampaiannya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bone, Ambo Dalle menyampaikan bahwa masyarakat Bone berharap untuk menjadikan komoditas peternakan sebagai andalan, dan meminta adanya prioritas untuk Bone.

“Masyarakat Bone saat ini banyak terbantu oleh sektor pertanian termasuk peternakan,” ucapnya. “Prospek pengembangan peternakan ke depan sangat potensial dengan didukung oleh Hijauan Pakan Ternak (HPT) yang melimpah. Saat ini sudah banyak yang menawarkan untuk investasi di peternakan” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa bahwa sub sektor peternakan mampu mendongkrat pendapatan perkapita di Bone, dan saat ini tercatat bahwa Bone adalah kabupaten dengan populasi ternak terbesar keempat skala nasional.

“Tidak menutup kemungkinan empat sampai lima tahun ke depan kita bisa menjadi urutan pertama skala nasional. Karena melihat potensi lahan ternak kita cukup luas dan masyarakat memiliki budaya cinta dengan budaya berternak,” pungkasnya.

(Admin)

Berita Lainnya

Disnak Bone Garansi Stok dan Kualitas Daging Sapi

Dinas Peternakan Kabupaten Bone menjamin kesehatan daging yang dijual...

Bupati Bone Pantau Penyaluran Bansos di Kecamatan Tellu Limpoe

Bupati Bone Pantau Penyaluran Bansos di Tellu Limpoe Bupati Bone...

Bupati Panen Raya Padi di Desa Samaelo

Musim panen raya akan terus berlangsung di sejumlah wilayah...

Tanggap Pendemi COVID-19: Bupati Bone Gratiskan Pajak dan Air PDAM

Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Bupati Bone Dr....

Kontes Merpati Hias Sukses Raih Rekor MURI

Dalam rangka memeriahkan HJB ke ke-690 Komunitas Pecinta Burung...